Foto Pulang Kampung

Desember 5th, 2009 by ekaqren

Pulang kampung… yah itulah saat yang paling ditunggu bagi setiap perantau seperti ayah ibuku, termasuk aku di dalamnya, walaupun aku merasa kalau aku lahir dan besar di Jakarta tapi tetap saja ayah dan ibuku selalu ingin pulang kampung, bagiku pulang kampung tidak sekedar pulang kampong, karena desa ibuku yang berada di pinggiran kota Wonogiri, tepatnya desa Nglangkir, disana masih banyak sekali pemandangan alam yang indah, dari mulai waduk gajah mungkur yang berada agak jauh dari desa ibuku, tapi juga pemandangan sekitar rumah nenekku juga sangat indah, karena alamnya yang masih asli dan juga masih segar, bebas polusi dan kebisingan kota yang sangat memusingkan, rasanya ingin sekali berlama-lama kalau sedang disana. Aku ngga cerita banyak berikut foto2 yang ada disana…
Photobucket
Ini pemandangan diatas waduk gajah mungkur

Photobucket
Ini pemandangan di sepanjang perjalan rumah nenenkku
Photobucket
Ini waktu aku dibelakang rumah
Photobucket
Bersama sepupu kecilku

Sumpah Pemuda, pemuda Jangan Loyo!

Oktober 28th, 2009 by ekaqren

SUMPAH PEMUDA

  • Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  • Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  • Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
  • Petikan kalimat diatas adalah isi dari sumpah pemuda, yup memang hari ini adalah hari yang bersejarah bagi kita rakyat Indonesia, kita semua tau bahwa hari ini adalah hari sumpah pemuda. Sumpah Pemuda merupakan sumpah setia hasil rumusan Kerapatan pemuda Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada 28 Oktober 1928. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai “Hari Sumpah Pemuda”.

    Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.
    sebagai warga negara yang baik ada baiknya kita sebagai pemuda tidak tinggal diam dengan apa yang terjadi saat ini, contoh kecil yang sampai saat ini masih belum bisa diatasi, yaitu masalah rokok dan sampah. kenapa saya sebut 2 hal tadi? yup rokok dan sampah memang suatu hal yang sangat mengganggu kita.

    Rokok
    Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
    Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok bisa menyebabkan kecanduan, disamping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema. sungguh sangat banyak kerugian merokok, tapi kenapa masih banyak pemuda yang merokok? ditambah lagi mereka-mereka yang tidak perduli dengan sekitarnya, dengan seenaknya merokok di jalanan, di dalam angkot, dan dibanyak tempat lain yang mungkin banyak sekali orang yang tidak merokok, kenapa kita sebagai pemuda tidak membantu untuk mengurangi kegiatan merokok?
    Rokok bisa saja dikurangi, tapi bagaimana kita mau mengusahakannya. Marilah kita sebagai pemuda Indonesia berusaha untuk tidak merokok, minimal bagi yang sudah terlanjur suka bisa menghormati orang yang tidak merokok dengan merokok di tempat yang sudah disediakan untuk perokok.

    Sampah
    Sampah dimana-mana itu yang sudah menjadi pemandangan di sekitar kita, contohnya kasus longsornya sampah yang terjadi di Bandung beberapa waktu yang lalu. sungguh sangat miris mengapa longsor bisa terjadi gara-gara sampah, kita sebagai pemuda hendaknya bisa ikut membantu untuk mengurangi sampah-sampah yang bertebaran dengan cara:
    1. Mulai membiasakan diri untuk membuang sampah ditempatnya (walaupun hanya bungkus permen yang kecil atau tissu)
    2. Menularkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya pada orang sekitar kita
    3. Hidup bersih
    4. Bergotong royong di daerah tempat tinggal

    Semoga para pemuda Indonesia tidak loyo untuk melakukan ini.
    Dan saya sebagai pemuda Indonesia berjanji akan :
    1. Tidak akan merokok
    2. Berusaha untuk membuang sampah pada tempatnya.

    AYO TEMEN-TEMEN KITA LAKUKAN INI BERSAMA!!!!

    Nulis Tentang Pertamina

    Oktober 18th, 2009 by ekaqren

    satu lagi kompetisi blog diadakan, kali ini pertamina yang mendakan, topik yang diangkat mengenai “Kerja keras adalah Energi Kita” kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati ulang tahun pertamina yang ke 52 tahun.
    Kerja Keras Adalah Energi Kita - Motto Kerja Keras Adalah Energi Kita memang telah diterapkan dalam Program Transformasi PT. Pertamina (Persero). Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan yang signifikan khususnya pada pelayanan yang diberikan terhadap customer oleh PT. Pertamina (Persero). Salah satu contoh kerja keras PT. Pertamina (Persero) yang merupakan wujud transformasi perusahaan yaitu dalam hal mendistribusikan Liquid Petroleum Gas (LPG), atau Bahan Bakar Minyak (BBM) yang merupakan sumber energi kita dalam mendukung kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat Indonesia telah dilaksanakan dengan baik dan terprogram.
    jadi guys jangan sampe lupa untuk ikutan yaa. klik ini aja KERJA KERAS ADALAH ENERGI KITA

    Self Service on Pertamina

    Oktober 18th, 2009 by ekaqren

    Semua orang sudah tau kalo pertamina itu penyedia bahan bakar di Indonesia ini, sebelum adanya penyedia bahan bakar lain, pertamina menjadi penyedia bahan bakar terdepan. Saat ini makin banyak orang yang memiliki kendaraan bermotor, seiring hal tersebut antrian di pom bensin pertamina makin memanjang, hal itu sulit sekali diatasi karena masih banyak pengguna yang kurang sabat dan terkadang hal itu memicu keributan, hal itu mungkin bisa diatasi dengan dibuatkannya sistem pelayanan baru pada pertamina, dengan menyediakan suatu pom yang dapat digunakan sendiri oleh para pelanggan mesin bensin yang ada diubah menjadi mesin yang dapat di operasikan oleh pengguna, para pelanggan bisa menggunakan mesin itu dengan memasukkan sejumlah uang dan mesin tersebut bisa dengan mudah digunakan untuk mengisi bensin pada kendaraan para pelangan.
    Dengan itu diharapkan panjanganya antrian bisa dikurangi dan pelayanan pertamina akan semakin baik

    Pulang ke wonogiri

    September 19th, 2009 by ekaqren

    Liburan lebaran taun lalu, aku sempet hilang dari dunia maya… huehehehe… melepaskan diri dari berbagai kesibukan pekerjaan dan juga kesibukan perkuisan.. hehehe…. Alhamdulillah sebelum lebaran kemaren wajahku sempat terpampang sebagai pemenang di Detikinet… jarang2 juga kan aku bisa nampang disana… :)

    Photobucket

    Alhamdulillah juga namaku terpampang di kompas… sebagai pemenang mudik bareng HP, tepatnya kompas tanggal 23 September 2008, di halaman 30, sayang belum sempet aku scan korannya keburu ngilang…

    Aku dan keluargaku memang sudah berencana pergi ke wonogiri ke tempat kelahiran ibuku, kami yang terdiri dari aku, adikku ricky, ibuku, ayahku, lek musni, om sulis, Tia, dan Dimas. Kami semua memang berniat pulang kampung bersama.

    Kamipun berangkat hari sabtu malam jam 12 dari rumah lekku yang berada di Bekasi. Kami memulai perjalanan dengan setengah mengantuk, karena dari siang kami semua tidak tidur. Di perjalanan aku melihat banyak sekali motor yang pulang kampung juga.

    Selama perjalanan kami semua di temani oleh rombongan motor yang tidak sedikit membawa barang-barang dan anak-anak mereka yang masih kecil untuk dibawa bersama pulang kampung.

    Sepanjang perjalanan kami jalani dengan senang, karena sementara waktu jalanan masih ramai lancar, sekitar jam satu malam kami sampai di tol cikampek, keadaan mulai ramai dan perjalanan kami mulai tersendat, banyak sekali kendaraan yang menuju daerah pantura, fikirku keadaan ini tidak akan lama. Tapi kira-kira jam setengah 4 pagi kami masih di tol Cikampek, karena memang malam itu macet total, mobil yang kami naiki hanya bisa berjalan paling kencang 20km/jam, bahkan kadang berhenti. Akhirnya kami memutuskan untuk sau di warung padang terdekat. Kami sahur seadanya dan mencari mushala terdekat untuk solat, dan berharap jalanan akan lancar.

    Apa yang kami harapkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Mobil kami kembali terjebak dalam keramaian tol cikampek, sampai matahari bersinarpun kami masih berada di tol cikampek, ayahku yang mengendarai mobil mencoba bertanya pada supir bus malam yang kebetulan bersimpangan dengan mobil kami, dan supir bus malam itu bilang kalau macet ini akan berakhir di Tegal. Dengan wajah penuh kelelahan kami semua pasrah, sampai waktu berbuka kami belum keluar dari kemacetan, untunglah Dimas dan Tia masih kecil jadi mereka nggak puasa dan makanan mereka bisa menjadi makanan buka untuk kami semua.. kasian juga sih jatah mereka kita makan… hehehe….

    mau gimana lagi kalau kita ikut berhenti dan buka puasa di warung, kita nggak akan keluar2 dari macet, makanya saat berbuka orang-orang kebanyakan berbuka dan beristirahat, dan waktu mereka sedang beristirahat otomatis jalan yang kami lalui agak lenggang, dan akhirnya ayahku melanjutkan perjalanan hingga kita menemukan masjid terdekat dan kami berhenti hanya untuk solat, dan kami melaju hingga tegal…. dan benar selepas tegal, jalanan sudah agak lengang, dan kamipun berhenti untuk makan malam, kami melanjutkan perjalanan hingga akhirnya datang waktu sahur lagi, kami sahur di daerah boyolali..
    Setelah sahur dan solat shubuh kami melanjutkan perjalanan dan kami sampai di Wonogiri kira2 jam setengah 7 pagi 28 September 2008. gile… kita menghabiskan waktu kira2 30 jam perjalanan, bagi ayahku waktu tempuh segitu biasanya bisa sampai Bali….

    Kamipun sampai dan disambut oleh mbahku, dan kedua lekku. Kami disana sampai hari jumat tanggal 3 Oktober 2008, ayahku nggak mau pulang hari sabtu karena takut terjebak macet lagi. Di sana aku bertemu dengan saudara2 ku yang sudah lama tidak bertemu, memang keluargaku jarang sekali mudik saat lebaran, biasanya kami mudika pada saat libur sekolah atau libur kuliah. Tapi semua ini sangat bermakna bagiku, kebetulan hampir semua keluarga dari pihak ibuku mudik,jadi kami bisa saling melepas rindu. Yang paling unik disana adalah kebudayaan pada saat hari raya, disana berbeda dengan di Jakarta.

    Di Jakarta biasanya pada saat lebaran selepas solad ied, masyarakat beramai2 saling bersilahturahmi atau berkumpul disuatu tempat untuk saling bermaafan. Tapi lain kalo di Desa ibuku, di sana para bapak2nya berkumpul di rumah2, mereka berpindah dari rumah kerumah mengadakan semacam acara kenduri. Tapi di sana mereka menyebutnnya “Kondangan” aku fikir tadinya ada hajatan atau apa, eh nggak taunya yaa kenduri itu…

    Yang jelas aku senang pulang kampung kali ini, aku bisa berkumpul dengan saudara2ku dan aku bisa lebih mengenal mereka, berikut beberapa foto2 yang udah aku upload.

    Photobucket
    Photobucket

    Btw Mohon Maaf Lahir Bathin yah Teman2… :) dan selamat lebaran 1430H, semoga lebaran taun ini ga macet lagi…

    Indonesiaku mengapa banyak sampah

    Agustus 8th, 2009 by ekaqren

    Temen-temen ngerasa nggak kalo cuaca di indonesia udah mulai aneh?
    Mnurutku iya dan memang aneh, dulu yang namanya musim hujan itu boleh dikatakan hanya terjadi dibulan-bulan tertentu, tapi sekarang, hujan bisa terjadi kapanpun. Dan anehnya lagi kadang bisa satu minggu penuh kemarau, dan kita dengan PDnya nggak mbawa peralatan tempur untuk hujan, eh tau2 hujan seharian.
    Entah kenapa cuaca bisa jadi begini. dampaknya banyak sekali yang sakit. Aku aja kemarenan sempet flue berat aneh banget biasanya aku itu flue palingan 1 hari aja yang parah, eh kemaren ini ampe dua hari.
    serem banget kalo ngebayangin kejadian2 alam yang gak bisa diduga. Apa ini karena tingkat kepedulian kita pada lingkungan yang kurang, makanya jadi begini?

    Yang aku sorotin di Indonesia tuh tentang sampah, yah sampah… ini bukan barang baru yang selslu menjadi masalah di negri kita tercinta ini malahan aku sempet denger beberapa waktu lalu ada berita kalo di Bandung terjadi longsor, dan anehnya kalo dulu kita itu longsor karena tanah yang berjatuhan, tapi sekarang longsor sampah, sampai segitunya sampah di sana, bagaimana dengan tempat lain? apalagi jakarta yang ramai akan penduduk.
    S.  Sempet denger juga sih kalo pemerintah membuat program pemisahaan sampah kering dan basah, tapi kalo nggak diatur kayaknya program itu susah jalannya.
    Maksudku diatur tuh gini…

    • Buat peraturan yang ketat tentang pembuangan sampah, kalo perlu dibuatin undang-undangnya.
    • Sediakan polisi khusus yang mengawasi penerapan peraturan tersebut. (mis. kalau ada yang ketahuan membuang sampah sembarangan langsung hukum ditempat).
    • Benar2 dibangun infrastruktur untuk menangani sampah. misalkan membuatkan TPA(Tempat pembuangan akhrt) yang ada pemisahan antara sampah kering dan kotor, nantinya sampah kering bisa dipilah2 lagi untuk kemudian didaur ulang dan dibuat sesuatu yang lebih bermanfaat. Dan sampah basah juga bisa digunakan untuk pembuatan pupuk.
    • Sediakan lembaga khusus yang menangani sampah, dan kalau perlu gaji para karyawannya harus lebih besar dari pegawai lainnya(lembaga lain) untuk concern mengurusi sampah.
    • Sosialisasikan program ini seluas-luasnya, dan jangan pernah dihentikan, karena masalah sampah adalah masalah serius.
    • Bisa juga menyelipkan di kurikulum sekolah tentang mengolah sampah, dari dulu saya sekolah palingan cuma ditulis “jangan buang sampah sembarangan” tapi nda pernah diajarkan nilai2 yang terkandung dari perkataan tersebut dengan detail.

    Mungkin masih banyak lagi yang bisa dilakukan dengan sampah, tapi mungkin kitanya yang belum menyadari, sekalipun saya sendiri. Nih barusan searching di google gambar tempat samapah… Mungkin kalo disetiap rumah dikasih tempat sampah kayak gini dan udah di buatin lembaga sampahnya, mungkin bahaya sampah bisa teratasi sedikit demi sedikit.

    Perubahan cuaca yang tidak menentu ini juga bisa disebabkan oleh makin banyaknya polusi yang ada, hampir semua keluarga memiliki kendaraan, dan tak sedikit yang mengeluarkan asap2 tebal bila dijalan.

    Memang pemerintah telah mencanangkan untuk merubah bahan bakar, dari mulai penghapusan minyak tanah (yang ujung2nya banyak demo dan protes), tapi akhirnya sekarang malah ada masalah baru lagi karena harga minyak dunia naik, dan akhirnya lagi-lagi kaum bawahlah yang tertindas. Mungkin mulai sekarang kita harus memulai dari diri sendiri, yang biasa menggunakan mobil sendirian untuk pergi kekantor, ada baiknya untuk mengumpulkan beberapa teman yang berdekatan untuk berangkat bersama kekantornya, dan juga menggunakan transportasi umum yang banyak tersedia.
    Pemerintah udah membuat Bus Way, itu ide yang bagus, dan kalo memang penyebarannya bisa merata tidak menutup kemungkinan kalau pengguna mobil akan beralih ke Bus Way.

    Intinya sih, singkirkan sedikit gengsi kita demi dunia kita. Kita kan udah dikasih hidup enak sama tuhan, kenapa harus disia-sia kan.
    Semoga sedikit tulisanku ini dapat menggugah hati teman2 semua, untuk tetap menjaga Indonesia tercinta ini tetap bersih, dan kita semua bisa membuat Indonesia menjadi contoh negara terbersih yang ada. :)

    CAIYO INDONESIAKU!!!

    DIRGAHAYU INDONESIAKU!!!!

    Leave Out All The Rest - Linkin Park

    Juli 27th, 2009 by ekaqren

    I dreamed I was missing

    You were so scared

    But no one would listen

    Cause no one else cared

    After my dreaming

    I woke with this fear

    What am I leaving

    When I’m done here

    So if you’re asking me

    I want you to know

    [Chorus]

    When my time comes

    Forget the wrong that I’ve done

    Help me leave behind some

    Reasons to be missed

    And don’t resent me

    And when you’re feeling empty

    Keep me in your memory

    Leave out all the rest

    Leave out all the rest

    [End Chorus]

    Don’t be afraid

    I’ve taken my beating

    I’ve shared what I made

    I’m strong on the surface

    Not all the way through

    I’ve never been perfect

    But neither have you

    So if you’re asking me

    I want you to know

    [Chorus]

    When my time comes

    Forget the wrong that I’ve done

    Help me leave behind some

    Reasons to be missed

    Don’t resent me

    And when you’re feeling empty

    Keep me in your memory

    Leave out all the rest

    Leave out all the rest

    [End Chorus]

    Forgetting

    All the hurt inside

    You’ve learned to hide so well

    Pretending

    Someone else can come and save me from myself

    I can’t be who you are

    [Chorus]

    When my time comes

    Forget the wrong that I’ve done

    Help me leave behind some

    Reasons to be missed

    Don’t resent me

    And when you’re feeling empty

    Keep me in your memory

    Leave out all the rest

    Leave out all the rest

    Forgetting

    All the hurt inside

    You’ve learned to hide so well

    Pretending

    Someone else can come and save me from myself

    I can’t be who you are

    I can’t be who you are

    Kisah seorang pedagang cincau

    Juli 23rd, 2009 by ekaqren

    Peluh kian membasahi keningnya ketika ia hendak melangkahkan kakinya untuk kesekian kalinya mengarungi kerasnya hidup. Hatinya hancur tatkala mendengar kenyataan bahwa keadaan perekonomian semakin sulit, BBM kian hari kian mahal, membuatnya semakin sulit untuk memberikan gizi yang baik untuk anak-anaknya yang hanya berjumlah 2 orang, Tina dan Koko namanya. Kerap kali mereka merengek minta dibelikan nasi bungkus dengan lauk ayam bakar. Mungkin untuk sebagian orang makan dengan ayam bakar merupakan hal yang mudah, tapi tidak bagi bapak pedagang kaki lima ini, sebut saja namanya Pak Parto. Kurus badannya yang seakan hanya berisi tulang yang sangat kering, yang haus akan rasa nyaman, dilapisi dengan kulit yang coklat kehitaman karena setiap hari ia harus berkejaran dengan petugas keamanan yang membersihkan jalanan dari pedagang kaki lima seperti Pak Parto ini. Setiap hari ia berjalan dengan menggunakan sepasang sandal jepit berwarna kuning, yang sudah tidak terlihat kuning lagi, karena di sana-sini banyak sekali lubang yang menghiasi sandal itu, ia mengenakan topi hitam yang di kanan kirinya banyak dihiasi debu.

    Hidupnya kian hari kian berat ia rasakan, tapi Pak Parto tidak pernah menyerah dengan semua ini. Setiap hari ia mengumpulkan daun cincau yang ia tanam sendiri di kebun tetangga, karena memang ia tidak memiliki tanah sendiri, selama ini ia tinggal disebuah rumah yang sangat kecil, boleh dikatakan ini bukanlah rumah, tapi sebuah gudang penyimpanan, yang letaknya ditengah perkuburan. Tak ada pintu, tak ada jendela. Bangunan ini entah sudah berapa lama ditinggalkan pemiliknya karena ada kabar penggusuran, entah sampai kapan Pak Parto dapat bertahan hidup disana.

    Pagi hari sekitar jam 3 dini hari Pak Parto sudah bangun untuk mengolah daun cincau yang sebelumnya sudah ia sisihkan dari batangnya, sekitar setengah jam ia meremas-remas sambil menyaring daun cincau tersebut hingga hilang getahnya, dan setelah air saringan terkumpul, ia mendiamkan wadah yang telah berisi air saringan daun cincau itu selama kira-kira satu jam. Sambil menunggu air saringan itu menggumpal. Ia mulai untuk shalat tahajud. Setelah shalat ia membuat kuah untuk cincaunya.

    Setelah semua selesai dibuat ia mulai menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk berjualan. Azan shubuh terdengar dan Pak Parto bergegas ke mushala yang letaknya berdekatan dengan perkuburan itu dan ia shalat di sana. Selesai shalat ia kembali menyiapkan dagangannya. Ia menengok kebelakang, Tina dan Koko masih tertidur pulas. Sebelum berangkat ia menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya, sebungkus mie instant yang ia peroleh dari seseorang yang tidak ia kenal kemarin. Ia meletakkannya disamping Tina.

    Pak Parto mulai berjalan menyusuri kampung pagi itu, pagi itu ia harus pergi ke tukang es balok yang jaraknya 10 kilometer dari rumahnya. Ia berjalan kaki dengan memikul dagangannya. Sesampainya di sana. Ia langsung membeli es balok tersebut. Dan ia kembali berjalan untuk membeli kantung plastik untuk membungkus esnya nanti.

    Setelah semua perbekalan berdagang ia rasa cukup. Ia beristirahat sebentar untuk shalat dhuha, satu hal yang sangat mengaggumkan dari Pak Parto ia tidak pernah ketinggalan untuk shalat lima waktu dan juga shalat sunah. Ia tak lupa selalu berdoa agar hidupnya selalu dilindungi oleh Allah. Dalam doanya ia hanya ingin kelak anak-anaknya bisa menjadi orang yang pintar.

    Memang beban hidup pak Parto sangatlah berat, beruntung pemerintah sudah mengadakan program sekolah gratis, dan kebetulan sekolah dimana Tina dan Koko bersekolah, ikut serta dalam program tersebut, sehingga Tina dan Koko dapat bersekolah, walau terkadang untuk membeli buku tulis tak jarang Pak Parto harus berhutang ke sana kemari.

    Ia terus berjalan hingga waktu menunjukkan pukul 11, ia menjajakan dagangannya disamping sekolahan, berharap ada seseorang lewat untuk membeli es cincaunya. Peluh bercucuran dan perut yang kosong menemani Pak Parto untuk menjalani harinya. Dari kejauhan ia mendengar seorang anak menangis karena terpisah dari ibunya. Entah kemana ibu anak itu. Seketika Pak Parto menghampiri anak itu dan menuntunnya kepinggir jalan dan mencoba untuk menanyakan keberadaan ibunya. Tak disangka sang ibu datang dan menghardik Pak Parto dengan sebutan Penculik anak, alhasil orang-orang yang berada di sekiar mereka datang dan memukuli Pak Parto yang memang tidak tau apa-apa.

    Sore itu Pak Parto menghabiskan waktunya di tahanan polsek. Entah bagaimana nasib dagangannya sepeninggalnya tadi. Ia hanya bisa berdoa kalau besok ia bisa dibebeaskan dan kembali mencai pinjaman untuk membeli bahan-bahan keperluan berdagang. Dari kejauhan sayup-sayup terdengar pembicaraan dua orang lelaki, sepertinya mereka adalah seseorang yang menangani kasus Pak Parto, salah satunya bernama Amir. Ia menghampiri Pak Parto dengan hati-hati, Pak Amir mengenakan setelan jas hitam, yang rapi sekali. Jauh berbeda dengan keadaan Pak Parto yang seluruh tubuhnya dipenuhi bekas-bekas pukulan yang mengeluarkan darah.

    Pak Amir mengajak berbicara Pak Parto menyanyakan mengapa ia sampai ada di tahanan ini. Tanpa fikir panjang Pak Parto segera menceritakan semua kejadian yang ia alami. Sambil tersenyum Pak Amir merangkul Pak Parto dan mengajaknya untuk keluar dari tahanan itu. Entah apa yang dilakukan pak Amir tadi dengan polisi-polisi itu sehingga Pak Parto dengan mudahnya bisa keluar.

    Di luar penjara nampak Tina dan Koko tersenyum senang, dan apa yang dilihat Pak Parto sangatlah mengejutkan ia melihat Tina dan Koko mengenakan baju baru, yang memang selama ini tidak pernah terffikirkan Pak Parto untuk membelikannya. Hatinya bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Pak Amir pun tidak menjelaskan apa-apa pada Pak Parto ia hanya mengajak Pak Parto untuk naik kemobilnya dan diikuti oleh Tina dan Koko.

    Mobil itu terus melaju dan berhenti disebuah kios kecil bertuliskan. “Kedai Cincau Pak Parto” di sana sudah banyak orang menunggu untuk membeli cincau Pak Parto, seketika itu Pak Parto bertanya pada Pak Amir, apa arti semua ini. Sambil tersenyum pak Amir menjawab. “Bapak tidak perlu tau apa artinya, yang jelas ini adalah jawaban atas doa-doa bapak selama ini” Tanpa fikir panjang lagi Pak Parto sujud syukur dan memeluk Pak Amir.

    bagus gak cerpennya??? itu kependekann gak???

    My First Online Experience

    Juli 23rd, 2009 by ekaqren

    Hmmm pertama kali gw mengenal dunia per onlenan adalah saat gw sekolah, sekitar tahun 2002an, itu juga ngga sengaja. Dulu lagi diajak temen ke warnet untuk browsing katanya, nah gw yang memang seorang penganut gaptek tingkat akut, bingung banget apaan tuh browsing? gw ikutin aja tu temen gw yang ngajak ke warnet. Pas di sana kita nyewa 1 komputer untuk 4 orang, rusuh banget jadinya tu komputer.

    Gw yang masih plenga plengo mikirin apa artinya browsing ngeliatin temen gw yang udah mulai ngeklik internet explorer, dia buka situs primbon kalo ngga salah, yang ada gambar hantu-hantunya gitu, dia cekakak cekikik ngeliatin fotnya, trus sangking penasarannya gw nyoba ngeliat juga, buset gw kaget setengah mati, ternyata ada gambar kuntilanak disana, gw nyesel banget ngeliat, tapi temen gw malah ngerjain gw. dia nyuruh gw make head set katanya ada suara hantu, dan bodohnya gw mau aja gitu. Gw dengerin malah yang ada gw denger suara desahan2 gitu, asli gw langsung kapok gw lepas tuh headset n ngajak temen gw pulang.

    tau nggak?? ternyata itu kali pertama temen-temen gw juga ke warnet, tanpa pikir panjang kita langsung pulang, dan ngelewatin gitu aja meja kasir, gw bertanya-tanya kok ngga ada yang nagih untuk bayar, jadi gw fikir itu gratis(mana ada yak yang gratis jaman gini) kita semua pulang dan setelah beberapa bulan gw baru sadar ternyata kita harusnya bayar dan nanya ke kasir tentang pembayarannya. apa mau dikata itu warnet juga udah tutup, jadi ngga bisa bayar utang.

    setelah gw ngeliat foto serem n suara aneh itu, gw jadi ngga pernah lagi menyentuh warnet, apalagi internet, gw cuma amaxe aja ngedengrin cerita2 tentang internet. yang katanya bisa ambil gambar macem2, dan mau nyari apapun disana ada. gw tetep dengan pendirian gw untuk tidak menginjakkan kaki di warnet.

    kira2 tahun 2003 gw kuliah di universitas dan gw ngambil jurusan Sistem Informasi otomatis gw musti berhubungan dengan kehidupan IT yang pasti ada bau-bau internetnya, gw berani2in diri untuk pulang agak maleman untuk make internet yang ada di laboratorium komputer. gw bingung mau buka apaan di IE itu, sampe ada orang kayaknya kasian ngeliat gw yang cuma begong di depan komputer. trus dia ngajarin gw chatting, bikin email n bla bla bla.

    Alhamdulillah dari sana pikiran gw jadi kebuka, kalo internet itu ngga melulu isinya foto serem, asal kita ngga ngebuka web serem juga ngga akan ada foto itu. dari sana gw mulai sering nulis di blog, sampe akhirnya gw suka ikutan design template suatu situs jejaring n akhirnya gw menang. banyak banget yang bisa gw ambil dari internet, sekarang gw kerja juga karena dapet informasi dari internet.

    malah gw pernah apply ke suatu perusahaan yang kerjaannya adalah ngedevelop website, jujur gw ngga ada skill pemrograman web sama sekali, tapi gw nekat masuk. dan gw cuma modal koneksi internet sekedarnya dari kantor dan gw nge browse all about web, dan alhasil gw udah berhasil menelurkan website, walaupun ngga terkenal, tapi lumayan menghidupi gw selama beberapa tahun sampe akhirnya gw temuin lagi kerjaan yang lebih menjamin.

    jadi…. i can’t stop to connect in internet…. intenet is appart of my life… :)

    Bumi

    Juli 6th, 2009 by ekaqren

    Hmmm… aku bener-bener sedih kalau ngeliat keadaan bumi kita ini yang semakin hari semakin nggak nentu. Apalagi kalau dengar isu tentang Global Warming, serem deh… pernah aku dikirimin cerita dari teman, yang menggambarkan tentang kehidupan anak, cucu kita nanti, kalau udah nggak ada air. Nggak ada lagi tumbuhan. Dan semua itu disebabkan oleh tangan-tangan kita yang hidup disaat ini. Nggak ada lagi mandi berjam-jam karena air yang makin terbatas. Untuk sekedar mencuci muka saja mungkin sulit. Masuk diakal sih… apalagi kalau nggak ada yang mau memikirkan semua itu.
    Yang bikin ngeri lagi, beberapa hari yang lalu aku sempat membaca sebuah artikel dari Majalah Media Kawasan edisi Juli 2008, sebuah majalah gratisan yang diberikan pada pemilik rumah di perumahan-perumahan elite. Aku nggak sengaja mendapatkannya dari ayahku, beliau memang suka sekali membaca, dan dia nggak akan segan membawa majalah yang isinya mengandung ilmu pengetahuan.
    Kubaca salah satu judul yaitu “Kissing The Earth Goodbye, in about 7.59 Billion Years” aku ngeri banget baca judulnya. Disana diceritakan Bila alam dibiarkan berjalan begitu saja, tanpa bom nuklir dari perang dunia ke-3 atau ditabrak meteor, sekitar 7.59 milyar tahun lagi, bumi akan tersedot dari orbit sekarang, semakin mendekati matahari, air akan menguap dengan cepat, dan bumi akan kering. Hal ini dikalkulasikan oleh dua ahli astronomi: Klaus-Peter Schroeder dari University of Guanajuato di Meksiko dan Robert Connon Smith dari University of Sussex di Inggris.
    Aku kaget, membayangkannya 7.59 milyar tahun? Tahun depan BBM, minyak goreng, tempe dan beras akan melejit dan kita nggak akan pernah tau kalau ternyata 7.59 milyar tahun lagi bumi kita tercinta ini akan hilang, mau kemana kita?

    Masalah utama bumi adalah matahari, yang akan membesar bertahap, perlahan-lahan dan semakin terang, menurut teori evolusi perbintangan. Dalam 4.5 milyar tahun pertama, menurut model tersebut, matahari telah bertumbuh sekitar 40% lebih terang.
    Dalam beberapa abad mendatang, kehidupan di bumi akan menjadi semakin panas dan lembab serta tidak nyaman, dan pada akhirnya kehidupan di bumi akan menjadi tidak memungkinkan. Sekitar 1 milyar tahun dari sekarang, matahari akan semakin lebih terang 10%. Samudra di bumi akan mendidih. Matahari akan kehabisan bahan bakar hydrogen di inti matahari sekitar 5.5 milyar tahun dari sekarang dan mulai membakar hydrogen dari lapisan yang mengelilingi matahari. Sehingga inti matahari akan menyusut dan lapisan luar akan meluas dengan cepat seiring matahari berubah menjadi raksasa merah. Dan bumi akan berputar di atas raksasa merah yang terbakar dan menghasilkan gaya gesek pada matahari. Gaya gesek tersebut akan menyebabkan tonjolan, ekor yang mencuat keluar dari matahari, bergerak mengikuti bumi.

    Tarikan gravitasi dari tonjolan ini akan melambatkan bumi dan menyebabkan bumi memutar ke dalam, dimana gesekan dari gas pada atmosfir matahari yang meluas menyebabkan semakin banyak perlambatan.
    Serem banget yah kalau membayangkan ini semua? Yah itulah hidup harus selalu berputar. Mungkin itu baru salah satu kejadian yang akan terjadi apabila kita benar-benar menjaga bumi. Tapi gimana kalau nggak kita jaga? Kita semua juga tahu, setiap hari penggunaan BBM nggak pernah berkurang, penebangan pohon marak dimanapun. Hmmm… memang kita harus melakukan sesuatu dari sekarang. Aku punya beberapa ide untuk memperlambat ini semua.

    • Mengurangi penggunaan BBM(Bahan Bakar Minyak), dengan beralih ke BBG(Bahan Bakar Gas).
    • Mencoba solusi lain dalam memasak, yang biasanya menggunakan minyak tanah atau gas, bisa mulai kita gunakan kompor batu bara.
    • Mengurangi konsumsi plastik yang terlalu banyak, karena plastik merupakan bahan yang sulit sekali dilebur dalam bumi.
    • Memulai semuanya dari diri sendiri.

    Sulit memang mewujudkan semua itu, tapi kita musti mencobanya pelan-pelan.